sewa ambulance

Latest News

Siapa yang Menciptakan Omnibus Law Hoax? Ini adalah versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Jakarta, IDN Times – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada 547 hoax terkait Omnibus Law Cipta Kerja serta demonstrasi dan suasana terkait hal tersebut yang marak di masyarakat belakangan ini.

Di Facebook ada 61, di Instagram 241, di Twitter 232, di YouTube 11, di TikTok ada 2, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran Mata Najwa di Trans7, Rabu (14/10). 2020).

Menteri Komunikasi dan Informatika menyebut ada ratusan ribu perbincangan terkait masalah tersebut. Perbincangan tersebut kemudian dikualifikasikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sebagai hoax atau disinformasi.

1. YLBHI: Mengutip satu artikel saja sudah sangat bodoh

Siapa yang Menciptakan Omnibus Law Hoax? Ini adalah versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Direktur YLBHI Asfinawati mengatakan, jika pasal-pasal dalam UU Cipta Kerja dibongkar, nampaknya negara melakukan hoax.

"Jelas. Karena mengutipnya hanya satu pasal. Itu tolol," kata Asfinawati di kesempatan yang sama.

“Semua orang di hukum tahu bahwa mereka tidak bisa membaca dan memahami hukum hanya dari satu pasal,” ujarnya lagi.

Ia mencontohkan salah satunya dalam membaca tentang sistem outsourcing yang tertuang dalam UU Cipta Kerja dan tidak cukup dipahami hanya dari satu pasal.

2. BEM SI: Pemerintah yang menciptakan hoax

Siapa yang Menciptakan Omnibus Law Hoax? Ini adalah versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Remy Hastian, juga menyoroti penilaian pemerintah atas aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja sebagai hoax.

“Pemerintah atau negara saat ini yang membuat hoax dan disinformasi,” kata Remy dalam siaran Mata Najwa.

Penolakan ini juga terjadi ketika pemerintah tidak mampu menyampaikan informasi secara jelas secara terbuka dan akuntabel, hal ini menjadi kendala masyarakat untuk menolak UU Cipta Kerja, lanjutnya.

3. Johnny: Kalau Pemerintah bilang hoax ya hoax

Siapa yang Menciptakan Omnibus Law Hoax? Ini adalah versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Menteri Komunikasi dan Informatika menolak pendapat Remy. Menurutnya, pemerintah dengan akuntabilitas tinggi harus menyampaikan informasi mana yang hoax dan mana yang tidak.

"Kalau pemerintah bilang versi pemerintah itu hoax ya hoax. Kenapa berdebat lagi?" ujar Menteri Komunikasi dan Informatika saat hadir di Mata Najwa.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan pemerintah untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

4. Pakar hukum: Negara harus menjadi penolong

Siapa yang Menciptakan Omnibus Law Hoax? Ini adalah versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Pakar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar mengatakan hoax dan disinformasi yang menyebar di masyarakat sebenarnya bermula dari kedekatan dan kurangnya sosialisasi yang baik. Hal ini membuat orang mengandalkan hal-hal yang tidak diverifikasi.

“Dengan tidak adanya informasi, disinformasi, sosialisasi yang tidak memadai, negara tidak bisa menjadi sumbat tapi harus pembantu, ”kata Zainal di kesempatan yang sama.

“Dia (negara) tidak berfungsi untuk segera mencap dan memutuskan masyarakat bahwa itu hoax. Yang harus dicari adalah bagaimana pembantu membantu masyarakat, selalu memberikan fakta, informasi detail kemudian lengkap dan jelas, ”imbuhnya lagi.

Menurut Zainal, salah tafsir yang mungkin terjadi di masyarakat sulit dimasukkan dalam definisi hoax atau disinformasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top